Di sini aku termangu, di daerah asing berteman sendu. Ada rindu bertamu namun ku biarkan ia usai di dakap waktu...
Ku hela nafas biar ada pedih menghuni lubuk jiwa. Di sebalik senyum ini masih ada duka yg bersisa. Masih ada tanya yg tak terjawab...
Pada unggas yang berkicau ku bisik kata hati ini. Biar alam yg mengerti. Betapa saat ini hati ini masih sarat. Jiwa ini masih berat...
Ruang ini masih dingin. Hanya Dia yang tahu. Erti senyumku. Makna lirikan mataku. Serta jawapan yang masih tersirat...
Yang pasti di ruang ini aku berbicara. Pada alam yang bisu tanpa kata. Pada semilir yang lembut penuh makna. Pada desir yang tak jemu menyapa...
Di ruang ini aku mencari makna. Namun kepastian hanyalah umpama mimpi. Aku sendiri masih tak pasti. Hanya satu ruang yang masih tak terisi...
This blog is a collection of my written posts in various mediums in cyber world. It's also the place where I shared my deepest feelings. In this secret heaven of mine, I could spend my time wondering around without the fear of being in the complexity of the real world. This is my magical space. Feel free to roam...and give ur comments, or even join me in my magical imaginary place. This is the place for me to elope.
Sunday, April 5, 2009
Sunday, March 22, 2009
END OF THE ROAD
HE lost his patiEnt with mE...just for a compassionatE night that hE failEd to tastE again with mE, hE finally hurt mE physically...
But I was dEtErminEd..EvEn if it was d last brEath dat I draw from my lungs, EvEn if my hEartbEat fails to tick again...my lovE is long gonE.
I packEd my backpack wit important things (I can't rli think)..I was not going to wait for d sun to risE..I must go. Its not ritE 4 mE to stay.
Too latE 4 d tEars...u'vE lost it all. My faith, my trust, my lovE...its d End of d road..its timE for mE to go.
But I was dEtErminEd..EvEn if it was d last brEath dat I draw from my lungs, EvEn if my hEartbEat fails to tick again...my lovE is long gonE.
I packEd my backpack wit important things (I can't rli think)..I was not going to wait for d sun to risE..I must go. Its not ritE 4 mE to stay.
Too latE 4 d tEars...u'vE lost it all. My faith, my trust, my lovE...its d End of d road..its timE for mE to go.
Wednesday, March 18, 2009
BISIKAN HATI (31)
Aku bermimpi tentangmu lagi mentariku. Setiap hari dalam hidupku. Ku bisa memeluk bayangmu dalam lenaku. Ku bisa menyentuhmu biar telus peganganku. Mimpiku. Hanya mimpiku...
Sepinya hari-hari yang berlalu. Bagaikan di pusara kesunyian itu. Parahnya rinduku. Ku layangkan nota rindu. Padamu. Dengan ucapan selamat tinggal sarat sendu. Aku akan kembali ke penjara kasihku. Tunggu aku, mentariku!
Mentariku. Aku cemburu pada rembulanmu. Kerana rembulan adalah cermin dirimu. Mengapa aku bukan rembulan itu? Mengapa aku cuma gelap malam yang kaku? Mengapa aku cuma pelangi petangmu? Mengapa aku harus cemburu? Kerana pelangi ini mencintaimu, mentariku!
Sepinya hari-hari yang berlalu. Bagaikan di pusara kesunyian itu. Parahnya rinduku. Ku layangkan nota rindu. Padamu. Dengan ucapan selamat tinggal sarat sendu. Aku akan kembali ke penjara kasihku. Tunggu aku, mentariku!
Mentariku. Aku cemburu pada rembulanmu. Kerana rembulan adalah cermin dirimu. Mengapa aku bukan rembulan itu? Mengapa aku cuma gelap malam yang kaku? Mengapa aku cuma pelangi petangmu? Mengapa aku harus cemburu? Kerana pelangi ini mencintaimu, mentariku!
BISIKAN HATI (30)
Mentariku. Akan ku nantikan sinarmu. Untuk setiap hari dalam permulaan hariku. Walaupun malam hariku hanya berteman cahayamu. Namun aku tahu kau juga menunggu waktu. Untuk menerangi hariku.
BISIKAN HATI (29)
Bila dua pasang mata bertentang. Ada sayu menusuk kalbu. Ada pedih menikam sukma. Ada rindu seluas lautan. Ada kasih sebiru langit. Ada sayang sedingin bayu. Ada cinta bertaburan bak bintang-bintang. Ada mutiara jernih gugur berderaian. Kita tak mungkin bersama. Namun kita berkongsi cinta. Berkongsi rasa. Berkongsi sendu. Berkongsi rindu. Hatiku milik hatimu. Hatimu milik hatiku. Namun aku bukan milikmu. Namun dirimu bukan milikku. Yang sepi tetap aku. Aku.
BISIKAN HATI (28)
Sepanjang malam ku renung bulan. Padanya ku hamparkan keresahan. Dari sinar mata ku pancarkan kerinduan. Sendirian. Tak berteman. Hanya airmata yang berderaian. Angin juga seakan kaku. Tanpa bisik rindu. Sepi memelukku. Hauskan belaianmu. Padaku. Hanya aku. Hanya aku. Aku.
BISIKAN HATI (27)
Tanpa hadirmu jiwa ini seakan mati. Tanpa senyumanmu nadi seakan terhenti. Aku rindu alunan suaramu. Yang kau titip lewat angin lalu. Aku rindu senda guraumu. Gelak tawamu. Aku juga rindu tatapan matamu. Juga ucapan rindumu. Saat ini aku masih mencari. Di celah sinaran mentari.
Subscribe to:
Posts (Atom)